Friday, June 14, 2013

[Tutorial Eviews] Cara Input Data panel Alternatif


Cara Input Data Alternatif (Tersedia versi VIDEO disini)
Terimakasih sebelumnya saya sampaikan kepada teman-teman yang sudah membaca blog saya. Bahkan, ada yang sampai menyatakan via email, untuk dibukukan saja. Wah, itu mah maunya saya juga (tapi belum ada tawaran…hahaha..). Saya apresiasi sekali atas sumbangan komentar baik itu yang langsung di blog ini maupun langsung via email. Semoga semua hal tersebut dapat membangun blog ini menjadi lebih baik ke depannya. Terimakasih.
Mengapa Cara ini Alternatif?
Pada penulisan kali ini, saya akan coba memberikan cara input data alternative pada eviews (bagi yang belum membaca cara input data panel yangbiasa saya lakukan). Saya menyatakan cara ini alternatif karena memang cara ini jarang saya lakukan (Subjektif memang..hehe). Namun, sebenarnya inilah cara konvensional atau yang dapat berlaku secara umum input data di Eviews. Postingan ini saya tampilkan karena banyak teman-teman yang menyatakan bahwa cara yang biasa dilakukan tidak berhasil pada mereka. Dan, juga ada kebutuhan untuk analisis lebih lanjut yang butuh input data seperti ini. Let’s check it out =D
Tahapan Input Data
1.      Seperti biasa, Bukalah program Eviews anda
2.      File>New>Workfile

3.      Kemudian pada pilihan workfile Structure, tentukan jenis data yang anda miliki.
Undated untuk data cross section
Dated untuk data time series
Balanced Panel untuk data panel
Disini saya akan coba input data panel, karena tidak lazimnya input data panel disini, makanya saya sebut cara ini cara alternative. Isian Frequency saya annual berarti saya menggunakan data tahunan 2009-2011 dengan number of cross nya 33 unit. Ok.

4.      Kemudian Pada workfile yang terbentuk, pilih object. Pada pilihan Object>New object.
5.     Pilih Type of object series, dan tuliskan nama variable yang akan dibuat misalnya X1
 6.      Lakukan berulang kali tahapan tadi hingga terbentuk sesuai jumlah variable yang kita inginkan. Disini saya membentuk variable X1, X2, X3 dan Y.
7.      Kemudian Bloklah variable yang telah dibentuk (bisa menggunakan Ctrl+klik ataupun tahan shift nya). Kemudian klik kanan open>as group

8.      Akan munculah bentuk struktur database yang kita miliki (Oh ya, urutan database saya x1 y x2 x3 karena saya menggunakan ctrl dan membloknya sesuai urutan pada table Excell yang saya miliki). Setelah urutannya sesuai klik edit+/-

9.      Lalu bukalah file Excell yang anda miliki. Copy data nya saja, tidak perlu identifikasi dan tahunnya.

10.  Kemudian paste di workfile Eviews nya. Jadilah data kita dalam Eviews. Namun perlu diperhatikan, file Excell komanya menggunakan (.) dan tidak ada pemisahan ribuannya.

11.  Lalu close group dan tidak perlu di save.
12.  Pastikan data yang anda input telah benar dengan memilih salah satu variable, misal : x1.

Mengapa harus repot-repot seperti ini?
Tentu anda bertanya-tanya, saya memiliki cara lebih cepat, lebih ampuh, namun mengapa menggunakan cara input seperti ini?. Tapi, percayalah teman, cara ini sangat powerful. Gak percaya. Baiklah akan saya coba tunjukkan.
Estimasi Data Panel.
Untuk etimasi data panel, cara yang kita gunakan sedikit berbeda. Tentu teman-teman ingat, saya selalu menekankan untuk data panel selalu bermain di pool. Namun, untuk input data seperti ini, cara estimasinya adalah sebagai berikut.

1.      Pilih Quick > Estimate Equation
2.      Tulislah spesifikasi modelnya missal : y x1 x2 x3 (INGAT! Sekarang kita gak pakai tanda tanya lagi lho…=D ). Pada Tab Panel options, tentukanlah apakah model fixed, random atau bagaimana bentuk modelnya.

3.      Dan hasilnya boleh di check. SAMA. =D.
4.      Oh ya, satu hal penting lagi yang luar biasa dari input seperti ini adalah kemampuan untuk mengestimasi dengan berbagai macam cara, misalnya GMM, TOBIT dan lain sebagainya. Check it Out.

Saya belum membuktikan dengan metode lainnya, apakah hasil yang diperoleh sama dengan STATA. Namun, saya sedang mengujinya. Jika hasilnya benar, tentu input hal ini bisa menjadi kekuatan dahsyat yang dimiliki Eviews. Selamat mencoba. Terimakasih. –Ferdi—



123 comments :

isnaini said...

Bagaimana jika kita menggunakan unbalanced panel data? Kita pasti perlu utk mengidentifikasi unit cross sectionnya kan? Apa kita masih bisa menggunakan menu ini? Terima kasih banyak atas blog nya yg luar biasa

Ferdian Fadly said...

Justru menggunakan cara input seperti ini...untuk kondisi yang tidak ada ganti dengan tulisan NA

Ferdian Fadly said...

Untuk teman-teman semua, saya sudah kembali aktif menulis
Silahkan dibaca terimakasih

http://ferdifadly.blogspot.com/2015/03/struktur-model-data-panel.html

deo said...

selamat sore mas, jadi itu bisa untuk unbalance panel data kan?
cara inputnya kalo bikin pool terlebih dahulu dibanding input data dgn cara seperti diatas, akan beda gak yah hasilnya?
terimakasih

Ferdian Fadly said...

@deo : gak akan beda hasilnya sama saja

Unknown said...

Mas mau nanya..
kalo di panel option "period" nya pilih "none" aja ato gimana?

Ferdian Fadly said...

@febry kwon : ya pilih none aja...artinya model yang dibangun mungkin adalah fixed effect tetapi hanya pada cross sectionnya (karakteristik dari individunya) bukan karakteristik dari periodenya...

Anonymous said...

Maaf mas saya mau nanya
Gimana cara mengatasi autokorelasi pada fixed effect mas?
Mohon bantuannya mas, trims

Ferdian Fadly said...

@anonymous : apa yang anda maksud autokorelasi di panel adalah dilihat dari durbin watson nya?

Anonymous said...

Mas mau nanya, data excel yang di input ke eviews. Bentuknya urut tahun atau urut perusahaan?
Misalnya data perusahaan a tahun 2010-2014 , atau pada tahun 2010 data seluruh perusahaan.
Jadi yang mana ya mas? Mohon dibalas

Ferdian Fadly said...

@anonymous : data perusahaan a tahun 2010-2014, b tahun 2010-2014, dst

uletbulu said...

halo kak, kalau make cara ini kita gak bisa bongkar matriks varians covarians nya ya untuk melihat homoskedastis dan nonautokol nya? makasih kak..

Ferdian Fadly said...

@mas rizky: satu almamater STIS ya... untuk keperluan penghitungan matriks varians covarians lebih lanjut, cara alternatif ini tidak bisa sepertinya,,,kalau bisa kasih tahu ya...hehe...saya gunakan pool...

Unknown said...

hello i am from malaysia. can i have your email address since i wanna ask you something regarding my regression problem?

Ferdian Fadly said...

@majdina Halim : sile....you can contact me via email (07.5356@gmail.com)

Unknown said...

Mas saya mau nanya. Jika dalam variabel x saya terdapat variabel dummy apakah proses penginputan dan pemrosesanbdatanya sama saja? Karena saya sudah mencoba dan model yg paling tepat adalah fixed effect tp hasil pada variabel x saya yg merupakan variabel dummy hasilnya menjadi aneh. Coeficientnya menjadi terlalu besar. Apakah ada cara khusu untuk yang variabel x nya merupakan variabel dummy? Terimakasih.

Unknown said...

Mas saya mau nanya. Jika dalam variabel x saya terdapat variabel dummy apakah proses penginputan dan pemrosesanbdatanya sama saja? Karena saya sudah mencoba dan model yg paling tepat adalah fixed effect tp hasil pada variabel x saya yg merupakan variabel dummy hasilnya menjadi aneh. Coeficientnya menjadi terlalu besar. Apakah ada cara khusu untuk yang variabel x nya merupakan variabel dummy? Terimakasih.

Ferdian Fadly said...

@akuntansi kelas F : inputnya sama saja...tetapi angkanya berisi 0 dan 1....kemudian, perlu dingat fixed effect estimasi menggunakan LSDV akan menciptakan dummy sebagai pembeda karakteristik individu nya,,,,usahakan dummy model nya tidak sama dengan dummy fixed effect nya sehingga menyebabkan kondis multikolinearitas...

Unknown said...

i have sent an email alrdy :)

Anonymous said...

Mas Ferdy, mau nanya, kalo untuk eviews 9 apakah caranya bisa dilakukan? kemudian, data yang dipaste ke Workfile berbentuk NA, bagaimana merubahnya? terima kasih mas

Ferdian Fadly said...

@anonymous: kalau datanya berbentuk NA, berarti sama eviews nya dibaca sebagai string...coba pastikan di excellnya tidak menggunakan format apa apa...tanpa separator ribuan...desimal menggunakan titik

Anonymous said...

selamat sore mas ferdi, salam kenal saya annisa. saya ingin bertanya mengenai olah data skripsi saya. apakah saya boleh kirimkan email ke mas ferdi?
sangat dimohon bantuan dan penjelasannya. terimakasih sebelumnya

Ferdian Fadly said...

@anonymous : silahkan mbak annisa, kalau saya boleh bantu, sila saya bantu..

Unknown said...

Anda memiliki masalah dalam penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi anda?? Kami solusinya..
Kami menyediakan jasa konsultasi olah data statistik
Permasalahan anda akan ditangani dengan cepat oleh para profesional yang kompeten di bidang statistik dan ekonometri.
Software statistik yang biasa digunakan diantaranya
1. SPSS, 2. Stata, 3. E-views, 4. Lisrel, 5. Smart-PLS, 6. Program-R, dsb.

Tunggu apalagi.. Hubungi Kami..
Alkhwrizmi Consultan : 0812 7578 4200
Email : alkhwrizmi@gmail.com
http://alkhwrizmi.blogspot.co.id/

sutikno said...

Assalamualaikum
Kak, bagaimana cara penyelesaian dgn menggunakan regresi data panel tidak lengkap (unbalanced panel data) ? tolong berikan referensi yg mendukung untuk menyelesaikan metode tersebut atau tutorialnya Kak. Terima kasih.

Ferdian Fadly said...

@sutikno: Sudah saya balas via email....Data yang bolong diganti dengan tulisan NA

Unknown said...

Mas, saya sudah mencoba berulang kali dengan cara alternative tetapi ketika di copas data dari excel ke eviews tetap tidak bisa dan tetap tertulis NA.. mohon pencerahannya

Ferdian Fadly said...

@Rinaldy: Pastikan data di excel formatnya ga dimacam macam kan...seperti separator ribuan...dan pastikan di excel pemisah desimalnya adalah titik bukan koma

Unknown said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Unknown said...

mas kenpa kalo datanya jutaan di eviews tidak bisa terbaca dan bertuliskan NA, lalu formatnya harus diganti atau seluruh titiknya dihapus saja? contoh datanya seperti ini360.702.236

sutikno said...

bantu jawab, kalau untuk data jutaan sperti itu gak boleh menggunakan titik soalnya arti titik itu koma. Jadi, hapus aja titik-titik itu dan ganti dengan 360702236.

Ferdian Fadly said...

Terimaksih mas sudah dibantu jawab

Unknown said...

mas ketika saya memilih model regresi random tidak maumuncul.dan muncul ini "Random effects estimation requires number of cross sections> number of coefs for between estimator for estimate of RE innovation variance". Bagaimana mengatasinya ? saya user baru..

Ferdian Fadly said...

@fer nando : hal tersebut terjadi karena jumlah variabel bebas yang digunakan lebih banyak dari jumlah cross sectionnya...untuk dapat tetap menjalankan model randomnya, kurangi variabel bebasnya ya...

sutikno said...

Kak,apakah kita harus menggunakan transformasi logaritma natural (ln) jika satuan utk variabel2 penelitian kita berbeda. Misalnya saya ingin meneliti faktor2 yg mempengaruhi IPM. Satuan IPM itu gak ada karena IPM itu nilai antara 0-100, utk variabel2 bebas ada 6 dimana kelima variabel bebas saya itu sama satuannya dalam persen sedangkan satu var. bebas lain satuannya dalam miliar rupiah. Mohon bimbingan dari kakak.
terima kasih.

Ferdian Fadly said...

@sutikno : gak ada keharusan, tetapi sebaiknya ya...coba aja keterbandingannya...

sutikno said...

Kak, izin bertanya. Saya pernah baca di jurnal regresi data panel bahwa model Fixed Effect membiarkan residualnya berkorelasi dengan variabel penjelas dalam modelnya sedangkan REM tidak, maksud dari residual berkorelasi dgn variabel penjelas itu bagaimana Pak ??
terima kasih.

Unknown said...

Video Uji Reliabilitas Cronbach Alpha Menggunakan EVIEWS
www.youtube.com/watch?v=YiMBKcvzkE4
WHATSAPP 085227746673
Analisis Dengan EVIEWS, LISREL, SPSS, AMOS, DLL

Cak_Eko said...

retina Kasih mas atas ilmunya...

sutikno said...

kak, izin bertanya
klo utk intepretasi model regresi itu saya masih binggung menginterpretasikan terutama pada nilai koefisien var bebas. Misalnya model nya itu Y = 13,4 + 0,34 X1 (1)
dengan Y satuannya (gak ada ) karena nilai dari 0 - 100, lalu satuan utk var. X1 persen. interpretasinya :
Dari (1), 0,34 berarti setiap kenaikan 1 % var X1 akan mengakibatkan naiknya var. Y sebesar 0,34 % atau (0,34/34 %) ya kak ??
lalu, pertanyaan kedua saya misalnya nilai koefisien itu lebih dari 1, seperti o,34 itu berubah menjadi 3,4, berarti interpretasinya akan meningkatkan var X1 sebesar 3,4 % ya (atau gak mungkin kan klo 340 %) ?
terima kasih Kak atas ilmunya. Sukses selalu.

Unknown said...

mas mau tanya. pada saat import file sydah berhasil. tapi hasil nya tetap NA , padahal format pemisah desimal sudah titik.
saya edit manual juga tidak bisa. itu salah di mananya ya ?

Anonymous said...

halo mas ferdi. saya farah. yg mau saya tanyakan adalah kenapa data di excel sebelum dan sesudah masuk ke eviews titik dan koma nya berubah. desimal di eviews sebenarnya pake titik atau koma ya? terimakasih. blog ini sangat membantu.

sutikno said...

bantu jawab mbak.
kalo di eviews itu tanda koma ubah menjadi titik soalnya kalo tidak dalam titik gak tebaca oleh eviews.
terima kasih.

Ferdian Fadly said...

@sutikno : terimakasih telah bantu menjawab.
Misalnya model nya itu Y = 13,4 + 0,34 X1 (1)
dengan Y satuannya (gak ada ) karena nilai dari 0 - 100, lalu satuan utk var. X1 persen. interpretasinya :
Dari (1), ketika var X1 bertambah 1 persen (dalam satuan ya..bukan makna elastisitas), var. Y bertambah 0,34 satuan

lalu, pertanyaan kedua saya misalnya nilai koefisien itu lebih dari 1, seperti o,34 itu berubah menjadi 3,4, berarti interpretasinya akan meningkatkan var X1 sebesar 3,4 % ya (atau gak mungkin kan klo 340 %) ?
sudah dicoba running belum

Ferdian Fadly said...

@chintiya dan anonymous : pastikan tidak menggunakan separator ribuan atau format apapun...sementara itu desimalnya menggunakan titik...jika preference excelnya itu pakai desimal koma....bisa diganti tu dengan titik...file>excel>option>advanced>editing option>use system separtornya diganti sesuai dengan keinginan

sutikno said...

kak Ferdi, jadi untuk interpretasi itu yang benar : ketika var X1 bertambah 1 satuan maka var Y akan bertambah 0,34 satuan ya kak ??
berarti 1 % itu diganti "1 satuan" ya walaupun variabel X1 itu datanya dinyatakan dalam persentase ?
terima kasih kak.

Ferdian Fadly said...

yang benar itu ketika var X1 bertambah 1 satuannya si X1 maka Y bertambah sebesar b satuannya si Y....

sutikno said...

Kak izin bertanya.
Dalam uji Durbin Watson test itu kan hasilnya ada autokorelasi positif dan autokorelasi negatif, perbedaan dari autokorelasi positif dan negatif itu seperti apa ya Kak ?
Lalu, kenapa klo Uji Durbin Watson itu hasilnya menggunakan autokorelasi positif dan negatif sedangkan uji-uji autokorelasi lainnya hanya mengatakan klo ada autokorelasi saja ?
terima kasih Kak. Mohon jawabannya.

Anonymous said...

salam,

bagaimana sekiranya dalam persamaan regresi ada variabel kontrol, mohon gambaran tahapan di eviews. Terima kasih

Ferdian Fadly said...

@anonymous : tahapannya sama

sutikno said...

Kak, izin bertanya. Pengertian skalar dalam matriks khusunya dalam metode ordinary least square (OLS) itu apa ya ?
terima kasih.

Unknown said...

Anda Kebingungan Dan Kesulitan Menyelesaikan Skripsi, Tesis, Disertasi
Karena Pusing Mikirin Olah Data Analisis Statistika Dengan SPSS, AMOS
LISREL, EVIEWS, SMARTPLS, DEA
Serahkan Dan Percaya Kepada Kami.
Kami Siap Bantu Anda.
Olah Data Semarang (Timbul Widodo)
WA : +62 852-2774-6673
IG : olahdatasemarang

Unknown said...

Halo mas ferdi, mau tanya nih. Kalo waktu kita estimate model fixed, trs hasil coefficient variabel independen nya ada huruf E semua misal: 1.78E-05 sedangkan std.eror nya 9.37E-06 . itu artinya apa ya mas, data kita bermasalah ya. Mohon bantuan nya mas makasih

Ferdian Fadly said...

@anggun: itu artinya koefisiennya kecil sekali...bisa terjadi karena ketika dimodelkan...satuan dari variabel2 nya ga sejajar...ada yang dalam rupiah,, ada yang dalam persen...ada yang juta rupiah...dst

rofiantonio said...

Mas Ferdi sy jg kena kasus data unbalanced panel, boleh minta tutorialnya? rofimsc@gmail.com

Ferdian Fadly said...

@Rofi i : pada dasarnya inputnya sama saja..tetapi untuk data yang tidak ada isikan NA

Unknown said...

Maaf..sy dri malaysia,nak tnya klau data unbalanced mcam mna ya?msih boleh guna?

Ferdian Fadly said...

@nur syah : masih boleh...struktur data nya sama saja...but, untuk data yang kosong diisikan dengan NA

Unknown said...

Permisi min, numpang nanya nih. Berhubung penelitian saya bersifat kuesioner dengan skala linkert, apakah bisa diolah menggunakan data panel?
Terima kasih

Ferdian Fadly said...

@alvin : penentuan panel atau tidak itu di unit analisisnya

Unknown said...

Min mau nanya, misalnya variablnya itu ada rasio misal ROA dan ada nominal misal pembiayaan. Nahh yg pembiayaan kalo angkanya kita rubah jadi trilliunan/milliaran/jutaan ngaruh gak sih? Dan lebih baik yg data pembiayaan
yg besar itu kita ubah jadi apa satuannya?

Unknown said...

Saya menggunakan data time series

Ferdian Fadly said...

@ahmad : diinterpretasinya ya bakalan ngaruh, tadinya efek yang kamu ceritakan misalnya triliunan...ceritanya menjadi ketika pembiayaan dinaikkan satu triliun maka si Y nya bakal naik sebesar ... satuan.....berasa pasti tu...wong uang satu triliun..kalau dibelikan kerupuk bisa nutupin pulau nusa tenggara mungkin....bandingkan kalau kamu beli kerupuk dengan satu juta....paling cuma buat undangan 1000 orang....ya gak....
satuan yang wajar dari pembiayaan saja...dan itu kamu yang memutuskan bukan saya....lagian untuk data yang ada dalam satuan persen kemudian ada nominal, saya cenderung menggunakan log koq untuk nominal uang nya...konkritnya baca di buku gujarati...

Unknown said...

mas ferdi udah diisi NA tapi hasilnya masih unbalanced nya masih 46 harusnya kalau balanced data saya 49. solusinya gimana yah mas?

Ferdian Fadly said...

@wesly : ketika diisi NA ya..tetap aja namanya unbalanced panel

Anonymous said...

Ka mau tanya, kalau beberapa variabel x nya pakai satuan desimal, sedangkan variabel yg lain pakai satuan rupiah dan bernilai milyaran. Data yg milyaran itu perlu di transform engga ya?

Ferdian Fadly said...

@anonymous : sudah saya balas via email ya

Unknown said...

Mas izin tanya, jika saya regresi data panel. Dan mempunyai model penelitian sendiri, modelnya ini dimasukkan kemana ya di eviews nya? Dan apakah data unbalance harus dibuat balance dulu? Mohon bantuannya mas.

Ferdian Fadly said...

@niken : di window equation sih mbak...follow video nya mbak...ga harus di balance kan dulu

Ferdian Fadly said...

@olah data semarang : saya mohon untuk tidak mengiklan disini...blog ini saya dedikasikan secara GRATIS...mohon pemahamannya

Anonymous said...

selamat sore mas, saya mau menanyakan apabila nilai koefiesien sangat besar seperti -4722 dan 5043 serta signifikannya diatas 5% bagaimana cara mengatasinya ya? terimakasih sebelumnya

Ferdian Fadly said...

@anonymous : mungkin ada perbedaan satuan data yang berbeda sekali...boleh saya lihat datanya anonymous?

Unknown said...

Mas ferdy, saya juga mengalami masalah yg sama, mohon bantuannya. tapi kasusnya ini saya transformasi data Mas, soalnya data saya tdk normal..

Unknown said...

Mas ferdy, saya juga mengalami masalah yg sama, mohon bantuannya. tapi kasusnya ini saya transformasi data Mas, soalnya data saya tdk normal..

Ferdian Fadly said...

@kadek novy : masalah apa ya mbak?

Unknown said...

selamat pagi mas.. skripsi saya ada 4 variabel bebas, salah satunya ada yg variabel dummy.. ketika saya coba untuk model fixed effect hasilnya tidak muncul yg muncul "near singuar matrix", saya ingin bertanya cara mengatasi masalah saya bagimana ya mas?mohon konfirmasinya..terimakasih

Unknown said...

Soree mas , saya mau tanya saya udh nyoba uji data pakai data panel nah itu hasilnya tidak ada yg berpengaruh uji f dan t. Karan variabel y saya tadinya dummy skala nominal, dan skrg sama ke skala rasioin var.Y Nya. Mohon bantuannya mas. Terimakasih

Unknown said...

Assalamualaikum selamat siang mas kalo misalnya data panel sya kena autokorelasi di lihat di nilai DW nya kira2 gimana ya mas? Apa hasil apa bisa diperbaiki?

Unknown said...

Assalamualaikum selamat siang mas kalo misalnya data panel sya kena autokorelasi di lihat di nilai DW nya kira2 gimana ya mas? Apa hasil apa bisa diperbaiki?

Unknown said...

Assalamualaikum kak, punya sya juga datanya menjadi data tidak lengkap (unbalanced) cara mengatasinya bagaimana ya kak, mohon bantuannya kak
Karena satuan sya Y(ribu), X1 (%), X2 (milyar) dan X3 (ribu) atau sya salah dalam penulisannya. Terima kasih kak

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

Assalamu'alaikum Mas Ferdi>
Mau tanya nih, gimana langkah praktisnya kalau kita mau menganalisis regresi data panel dengan variabel moderasi. (Variabel independen = X1, X2, X3, Var. dependen = Y dan Var. Moderasi = Z)

Ferdian Fadly said...

adityas putri said...
selamat pagi mas.. skripsi saya ada 4 variabel bebas, salah satunya ada yg variabel dummy.. ketika saya coba untuk model fixed effect hasilnya tidak muncul yg muncul "near singuar matrix", saya ingin bertanya cara mengatasi masalah saya bagimana ya mas?mohon konfirmasinya..terimakasih

### kurangi variable bebas terutama dummy

April 23, 2018 at 9:24 AM
Inge Anggreini said...
Soree mas , saya mau tanya saya udh nyoba uji data pakai data panel nah itu hasilnya tidak ada yg berpengaruh uji f dan t. Karan variabel y saya tadinya dummy skala nominal, dan skrg sama ke skala rasioin var.Y Nya. Mohon bantuannya mas. Terimakasih

### saya kurang mengerti bahasa pertanyaannya

June 4, 2018 at 5:02 PM
Fitriani Utami said...
Assalamualaikum selamat siang mas kalo misalnya data panel sya kena autokorelasi di lihat di nilai DW nya kira2 gimana ya mas? Apa hasil apa bisa diperbaiki?
### untuk data panel…pengujian autokorelasi nya sedikit berbeda

July 20, 2018 at 8:52 AM
Fitriani Utami said...
Assalamualaikum selamat siang mas kalo misalnya data panel sya kena autokorelasi di lihat di nilai DW nya kira2 gimana ya mas? Apa hasil apa bisa diperbaiki?
#### gunakan pengujian struktur varians dan covarians


July 20, 2018 at 8:53 AM
eka kumalasari said...
Assalamualaikum kak, punya sya juga datanya menjadi data tidak lengkap (unbalanced) cara mengatasinya bagaimana ya kak, mohon bantuannya kak
Karena satuan sya Y(ribu), X1 (%), X2 (milyar) dan X3 (ribu) atau sya salah dalam penulisannya. Terima kasih kak

###sama seperti entri balanced panel…tetapi untuk data nya yang ga ada..input sebagai NA

December 5, 2018 at 6:27 AM
eka kumalasari said...
This comment has been removed by the author.
December 5, 2018 at 6:28 AM
abinya azka said...
Assalamu'alaikum Mas Ferdi>
Mau tanya nih, gimana langkah praktisnya kalau kita mau menganalisis regresi data panel dengan variabel moderasi. (Variabel independen = X1, X2, X3, Var. dependen = Y dan Var. Moderasi = Z)

### dimasukkan sebagai variable independen biasa bias…atau dibuat dengan variable lain sebagai interaction variable juga bisa

December 19, 2018 at 10:19 AM

Unknown said...

permisi min numpang nanya, apakah variabel intervening bisa diolah menggunakan eviews?saya kurang paham..terimakasih

Unknown said...

Mas Ferdi, mau tanya masih tentang variabel moderasi (tapi pure moderator), untuk melihat bahwa variabel moderasi tersebut memperlemah atau memperkuat pengaruh variabel independen terhadap var dependen itu dari mana ya?
Apakah dibandingkan antara koefisien persamaan I (TANPA moderasi) terhadap interaksi var. independen x var moderator pada persamaan II (dengan moderasi)?
Ataukah membandingkannya cukup pada hasil Persamaan II saja dengan membandingkan koefisien antara var independen dengan interaksi var independen x moderator?

nine said...

mas permisi mau nanya, klo kluar pemberitahuan kyk gini "jumlah seri id yang disediakan berbeda untuk sumber dan tujuan" gini pas kita import data, letak keslahannya dimana ya?
sblumnya terimakasihhh...

Unknown said...

Assalamualaikum kak , mau tanya sy juga mengalami kasus serupa apakah kakak suda tau bagaimana cara mengatasinya?

Anonymous said...

permisi kak mau bertanya, jika sudah input data dari excel tapi resid nya tetap NA itu bagaimana ya? padahal untuk data yang lainnya angkanya keluar. mohon jawabannya, terima kasih

arma andika said...

assalamualaikum kak ingin bertanya, skripsi saya menggunakan data cross section dan satu variabel dummy, berhubung pada asumsi klasik data saya tidak lolos jadi saya coba log kan mas, tapi pada saat saya logkan dan coba menggunakan analisis binary dan ols tidak bisa dan muncul tulisan seperti ini mas, ( insufficient number of observation after excluding missing and non (0-1) observation? mohon bimbingannya mas

Hayu said...

Mas maaf mau tanya, kalau uji variabel moderasi pakai eviews gimana caranya ya? Terimakasih

Unknown said...

Maaf kak, mau kalo misalnya ada variabel moderasi bagaimana cara inputnya?

Faristia said...

Mas mau tanya cara mengatasi autokorelasi data panel bagimana caranya? Nilai DW lebih kecil dari nilai du dan dl
Mohon bantuannya

Ferdian Fadly said...

@unknown : intervening, bisa

@abinya azka: bisa seperti itu..gunakan interaksi variabel..untuk kasus yang lebih kompleks dengan teori...bisa menggunakan 2SLS....

Ferdian Fadly said...

@nine : pastikan jumlah series dan observasinya....

@unknown : sama ma siapa?

@anonymous : saya ga dapat idenya...

@andika : log(1)=0..log 0 ??

@hayu : sama seperti nginput variabel biasa

@unknown : cek stasioneritas...jangan terlalu panjang seriesnya...gunakan panel dinamis...

Ferdian Fadly said...

@unknown : cek stasioneritasnya...atau kurangi panjang seriesnya atau...gunakan panel dinamis...

Anonymous said...

Kak, apakah ada referensi spt buku atau website yang mengatakan bahwa unbalanced data tidak masalah utk digunakan? terima kasih :D

Ferdian Fadly said...

@anonymous : silahkan baca buku baltagi ya anonymous

Unknown said...

Mas kalau pas waktu mencoba rendom g bisa kenapa ya mas?

Ferdian Fadly said...

@unknown : boleh saya lihat datanya?

bayu.cakranegara@yahoo.com said...

Mas ferdi mau tanya, saya telah melakukan chow test dan mau lanjut ke hausman, tapi saat mau melakukan random muncul :

Random effects estimation requires number of cross
sections>number of coefs for between estimator for
estimate of RE innovation variance.

Padahal saya hanya memakai 2 variabel bebas mas, mohon mas penyelesaiannya bagaimana

Ferdian Fadly said...

berapa banyak individunya mas? letakkan random nya di individunya atau di periodnya?

Vdw said...
This comment has been removed by the author.
bbinar said...

untuk mengolah variabel moderating menggunakan e views bagaimana y ?

Ferdian Fadly said...

@bbinar: diolah seperti biasa saja...kalau memang perlu diinteraksikan...tinggal dikali dengan variabel independennya....

bbinar said...
This comment has been removed by the author.
bbinar said...

kak ferdian apakah saya bisa dikasih tahapan olah data dengan variabel moderatingnya yang lebih detail,
seperti penjelasan pada input data panel ini ???
terimakasih kak

Teguh said...

Mas saya ada problem Random effects estimation requires number of cross
sections>number of coefs for between estimator for
estimate of RE innovation variance.

Data saya Sekunder 9 kabupaten kota dan 12 tahun x saya 9 y 1 mohon pencerahannya mas

Ferdian Fadly said...

@teguh....kurangi variabel bebas nya ya....jumlah variabel bebas (X) nya harus kurang dari n

jesica said...

kak apakah ada artikel penjelasan tentang tahap olah data dengan memakai variabel moderatingnya yang lebih detail,

terimakasih kak

Ahmad Sukron said...

Kalo persen (%) bisa di input ke eviews gak ya?

Ferdian Fadly said...

@jesica : belum....

@sukron : ga usah dibuat persennya...cukup jadi satuan atas variabel itu saja

hasnaaffh said...

mas mau tanya untuk model gravity apakah sama input datanya? saya bingung saya menggunakan crossection negara tujuan ekspor tahunnya 5 tahun. Dari penelitian2 sebelumnya yang saya baca menggunakan variabel GDP negara indonesia dan GDP negara tujuan. nah untuk GDP negara indonesia itu gimana ya crossectionnya??

hasnaaffh said...

terimakasih sebelumnya

Ari said...

Mas mau Tanya kenapa dipilihan equalition estimation says Hanya ada specification Dan option saja ya,tidak ada panel option? Mohon pencerahannya

Ferdian Fadly said...

@ hasnaf: salin ulang sebagai variabel X ditempat lain...

@ari : coba lihat kembali tutorialnya ya

Anonymous said...

Assalamualaikum mas, maaf out of topic, kalo penelitian menggunakan ECM itu apakah wajib diuji asumsi klasik juga? kalau tahapan2 ECM nya tidak ada masalah tapi ketika uji asumsi klasik tidak lolos apakah penelitiannya salah? tksh

Ferdian Fadly said...

@anonymous : Uji normalitas nya tetap dilakukan mas...

Unknown said...

Kak mohon dijawab . Kalau cara input data seperti ini apakah bisa menampilkan output fixed effect (cross)? Jika input dengan pool kan output pada fixed effectnya muncul cross nya.

Ferdian Fadly said...

@unknown : bisa...setelah equation muncul...di window yang muncul pada menu view pilih random/fixed effects

asdar said...

mas ferdi, mau nanya, apakah eviews bisa mengolah data moderasi? jika bisa gimana caranya ya?

terima kasih

Ferdian Fadly said...

seacara pengolahan moderasi itu di run seperti variabel bebas biasa saja....tetapi kalau memang mau diinteraksi kan juga...variabel moderasi tadi dikalikan dengan variabel bebasnya untuk membentuk tambahan variabel bebas baru....variabel interaksi

Bimo said...

Assalamualaikum mas, saya mau bertanya untuk data panel, apakah uji asumsi klasik diperlukan? Saya lihat beberapa penelitian tidak menggunakan asumsi klasik ada yang menggunakan, selanjutnya jika menggunakan bagaimana cara untuk menyembuhkan data yg terkena heteros? Terimakasih sebelumnya mas

Ferdian Fadly said...

@bimo waalaikumsalam....pada data panel pelanggaran asumsi klasik merupakan hal yang sangat sulit dihindari...kompleksitas data membuat pengujian jadi jauh lebih sulit...pengujian dilakukan dengan alat uji namanya pengujian struktur varians covarians... sila merujuk buku baltagi untuk hal ini...sehingga orang sering sekali abai atau melewatkannya...deteksi awalnya adalah pada saat fixed effect disandingkan dengan model GLS seperti random maupun Fixed GLS...jika ada perbedaan koefisien dan signifikansi yang luar biasa...patut diduga dan layak diuji struktur varians covarians nya....kalaupun ada permasalahan asumsi klasik...solusinya salah satunya dengan menimbang model tersebut dengan cross section weight nya...

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons