Wednesday, February 10, 2016

Pengertian dan Jenis-jenis Model

     Bayangkan, kita diminta oleh instansi/perusahaan untuk mengetahui hubungan antara harga dan kuantitas produksi suatu barang. Dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa memberikan sedikit rekomendasi kepada instansi/perusahaan terkait dengan kebijakan tingkat produksi suatu barang. Apa yang sedang kita ilustrasikan merupakan salah satu contoh bagian dari Modelling. Modelling merupakan seni membangun model, pencarian hubungan antar variabel satu dengan variabel lainnya.

Pengertian Model
     Menurut Dr. Mahyus Ekananda, “Model merupakan gambaran dari gejala yang sebenarnya, seperti sistem atau proses yang sebenarnya”. Sehingga dengan model, gejala atau fenomena tersebut dapat dijelaskan, diprediksi, dan dikontrol sesuai dengan tujuan ekonometrika (Analisis Struktural, Peramalan dan Evaluasi Kebijakan).
     Model merupakan suatu perpaduan antara realitas (kenyataan) dan interpretatif (dapat diinterpretasikan). Model yang baik (good model) adalah model dengan spesifikasi cukup rinci sehingga dapat menangkap realitas yang ada, dan disaat yang sama dengan spesifikasi yang cukup sederhana sehingga interpretatif (dapat diinterpretasikan) untuk dianalisis dan diambil kesimpulan. Beberapa orang terkadang sering terjebak dalam keadaan ingin membangun model serinci rincinya, sehingga malah tidak bisa dianalisis dan disimpulkan. Beberapa orang lainnya justru tidak memiliki esensi karena tidak menangkap realitas yang ada, meskipun modelnya cukup sederhana dan interpretatif. 2 kelompok yang kita sebut belakangan ini merupakan model yang tidak baik (bad model).
     Pembangunan model (modelling) merupakan sebuah seni. Setiap orang bisa punya gambaran yang berbeda dalam menangkap fenomena yang ada dan memiliki pandangan/pendapat berbeda dalam membangun suatu model meskipun dihadapkan pada permasalahan yang sama. Perbedaan tersebut bisa berasal dari background-nya, Kerangka berpikir-nya, taste-nya, dan sumber daya yang tersedia (data, biaya, tenaga, waktu, dan sebagainya). Berikut kami sampaikan beberapa contoh jenis model untuk informasi kita semua.

Jenis Model
Model-model dalam analisis ekonomi ada banyak sekali, diantaranya :
1. Model Verbal/ Logika
Model yang dihasilkan dengan jenis ini disebut paradigma. Contoh paradigma paling awal dan masih dipakai hingga saat ini diciptakan oleh Adam Smith, seorang pendiri aliran klasik.
- Konsep pembagian kerja buruh (Division of Labor)
- Tangan tak kentara (Invisible Hands)
2. Model Fisik
Model yang berlandaskan pada beberapa teori fisika. Contoh model yang paling terkenal adalah model hidrolik (MONIAC) yang diciptakan oleh William Phillips, seorang ahli ekonomi dan penemu dari Kurva Phillips. Model ini memanfaatkan sifat uang sebagai aliran moneter dalam perekonomian seperti arus dalam papan sirkuit listrik.
3. Model Geometri
Model ini menggunakan diagram untuk menjelaskan hubungan antar variabel. Model ini biasanya digunakan untuk variabel yang tidak banyak. Semakin banyak variabel/dimensinya maka model ini akan semakin sulit diinterpretasikan. Untuk model dengan variabel yang banyak, para peneliti biasanya menggunakan model matematika.
4. Model Matematika
Model ini mewakili realitas (kenyataan yang ada) melalui sistem persamaan yang diekspresikan secara matematika. Contoh model matematika yang paling terkenal adalah model-model berbasis keseimbangan umum, seperti Analisis Input Ouput (I-O) dan Social Accounting Matrix (SAM). Meskipun disajikan dalam bentuk table, IO dan SAM sesungguhnya adalah kumpulan beberapa persamaan matematika yang saling terkait satu dengan lainnya. Wujud alat analisis ini akan semakin terlihat jika kita mempelajari pengembangan dari keduanya, yaitu model Computable General Equilibrium (CGE).
5. Model Ekonometrika
Menurut Wooldridge, “Econometrics is based upon the development of statistical methods for estimating economic relationships, testing economic theories, and evaluating and implementing government and business policy.
Model ini menggunakan metode statistika untuk menjelaskan hubungan antar variabel ekonomi. Penekanan model ini adalah penggunaan metode statistika untuk memperoleh hasil empiris berdasarkan model yang dibangun. Sehingga, perkembangan metode statistika berkontribusi penting dalam perkembangan model ekonometrika. Model ini begitupun dengan metode statistika dapat didekati menggunakan 2 aliran, klasik dan Bayesian.

     Ada banyak model lagi yang bisa kita diskusikan (seperti Agent-Based modelling, dst), tetapi mungkin didiskusikan dan disampaikan di lain kesempatan. Pada intinya di kesempatan ini, kami ingin menyampaikan bahwa modelling adalah seni membangun model. Setiap orang berhak untuk memiliki gambar mereka mengenai permasalahan/fenomena yang ada. Meskipun belum sempat dibahas kelebihan dan kekurangan tiap jenis model (mungkin di lain kesempatan), anggapan model orang lain lebih inferior dibandingkan model yang kita bangun adalah anggapan yang keliru. Seharusnya, kita dapat menghargai model yang dibangun orang lain, meskipun berbeda jenis dengan model yang biasa kita bangun. Pada akhirnya, tujuan kita sama menjelaskan hubungan-hubungan dari gejala dan fenomena yang ada. Terakhir, tidak lupa kami mengutip sebuah pernyataan oleh George Box dan William Hunter, “The most that can be expected from any model is that it can supply a useful approximation to reality: All models are wrong, but some are useful”.
     Demikian diskusi kita terkait dengan model dan jenis-jenisnya. Tetap semangat. Terimakasih telah membaca. Kami tunggu kritik, saran dan pendapatnya.

Salam
Ferdi
Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Refererences
Ekananda, Mahyus. 2015. Ekonometrika Dasar. Jakarta:Mitra Wacana Media.
Gujarati, Damodar and Dawn Porter. 2008. Basic Econometrics – Fifth Edition. New York: McGraw Hill.
Greene, William H. 2012. Econometric Analysis- 7th Edition. New York: Prentice Hall.
Wooldridge, Jeffrey M. 2013. Introductory Econometrics: A Modern Approach,Fifth Edition. USA: South Western.
www.en.wikipedia.org/wiki/All_models_are_wrong

Wednesday, March 11, 2015

Struktur Model Data Panel

Saya posting tulisan ini dengan tujuan updating pemahaman kita (terutama saya pribadi - dulu) terhadap macam-macam model dengan penggunaan data panel. (Silahkan baca Introduction)

Menurut Greene (2000) dan Gujarati (2003), struktur model data panel:
1.      Struktur Model I (Model Pooled/ Common Effect/ Homogenitas)
2.      Struktur Model II (Model Efek Individu/ Heterogenitas)
3.      Struktur Model III (Model Koefisien Acak)
4.      Struktur Model IV
5.      Struktur Model V (Random Koefisien Model/ SUR)

1.      Struktur Model I

Struktur Model I (model pooled/ common effect/ homogenitas) merupakan model estimasi dimana intersep (alpha/ konstanta) dan slope (bheta/ koefisien variabel bebas) sama untuk setiap individu. Model ini mengasumsikan
  • tidak ada heterogenitas (perbedaan karakteristik) individu, tercermin dari alpha yang sama
  • ada kesamaan dampak yang berlaku untuk setiap individu, tercermin dari bheta yang sama
dimana:
i = individu
k = variabel bebas

Sehingga, spesifikasi model untuk struktur ini adalah

Model ini sama persis ketika kita melakukan estimasi model regresi dengan menggunakan data cross section, tidak peduli dengan susunan waktu dan perbedaan karakteristik individunya.

2.      Struktur Model II

Struktur Model II (model efek individu/ heterogenitas) merupakan model estimasi dimana intersep (alpha/ konstanta) berbeda, sedangkan slope (bheta/ koefisien variabel bebas) sama untuk setiap individu. Model ini mengasumsikan
  • ada heterogenitas (perbedaan karakteristik) individu, tercermin dari alpha yang berbeda
  • ada kesamaan dampak yang berlaku untuk setiap individu, tercermin dari bheta yang sama
dimana:
i = individu
k = variabel bebas

Sehingga, spesifikasi model untuk struktur ini adalah
Struktur model ini terdiri:

1. Fixed Effect Model (FEM)

FEM mengasumsikan pengaruh konstan dari error term, diindikasikan oleh nilai alpha(i) yang akan bersifat tetap (fixed) untuk tiap individu di seluruh periode.

2. Random Effect Model (REM)

REM mengasumsikan pengaruh tidak konstan (acak) dari error term, diindikasikan oleh nilai alpha(i) yang akan bersifat acak (random) untuk tiap individu di seluruh periode.

Struktur model I (model common effect) dan struktur model II (model fixed effect dan random effect) inilah yang sering disalahkaprahkan oleh sebagian orang sebagai model regresi dengan menggunakan data panel (saya dulu juga demikian). Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena masih ada 3 struktur model lagi yang akan kita diskusikan pada postingan selanjutnya. Terimakasih telah membaca blog ini. - Ferdi-


Wednesday, October 16, 2013

[Video+Tutorial] Regresi Logistik (SPSS vs STATA)

Terimakasih telah berkunjung....

Pada Video yang kedua ini, saya akan bercerita mengenai regresi logistik. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Wednesday, October 9, 2013

[Video-Tutorial] Import + Regresi Data Panel

Hohohoho.....Welcome to ferdifadly.blogspot.com

Saat ini saya lagi sedang melakukan uji coba untuk mengupload video terkait dengan materi statistik. Mohon pendapatnya ya....Tapi jangan komentari narator nya ya....hahahaha.....

Kalau memang responnya cukup baik, mungkin ke depannya saya akan menambahkan video ini ke setiap materinya. Sehingga, teman-teman pembaca sekalian dapat memahami dengan lebih jelas. Terimakasih telah melihat.

Oya, video ini juga tersedia dan dapat didownload di youtube

----- Ferdi ----

Monday, August 19, 2013

Pengujian Struktur varian-covarian data panel (Part 3)

Baik, setelah bicara terlalu teoritis di 2 postingan sebelumnya, kita akan coba membahas pengujian struktur variance covariance nya secara lebih teknik. Rumus pengujian struktur varians-covarians ada banyak. Namun, rumus/formula yang ada di buku Greene ini merupakan rekomendasi dari saya. Berikut saya kutipkan halaman dari buku yang saya maksud. 

Rumus yang saya maksud adalah yang ada dalam kotak yang ditebalkan. Null hipotesis yang kita miliki adalah struktur varians covarians nya homoskedastik. (Posting ini masih dalam penyempurnaan)

Wednesday, August 14, 2013

Pengujian Struktur varian-covarian data panel (Part 2)

Saya akan melanjutkan postingan sebelumnya mengenai struktur varians-covarians data panel. Menurut Mahyus Ekananda, Greene (2000) dan Gujarati (2003) membagi struktur varians - covarians menjadi sebagai berikut :

Pengujian Struktur varian-covarian data panel (Part 1)

Ok. Benar sekali, saya telah lama tidak menulis kembali. Benar sekali kalau dikatakan pekerjaan menumpuk dan tidak tahu apa yang harus saya prioritaskan. Untuk itu, saya mohon maaf. Saya baru bisa menulis kembali sekarang. Masih tentang PANEL, terutama terkait dengan pengujian struktur varians covarians data panel.


Tahapan selanjutnya setelah menentukan model estimasi adalah memilih metode estimasi yang tepat sesuai dengan struktur varians-kovarians  residual. Membangun model regresi dengan data panel akan menyebabkan bertambahnya komponen residual, karena adanya dimensi cross-section dan time-series pada data. Kondisi ini menyebabkan matriks varian kovarian residual menjadi sedikit lebih kompleks bila dibandingkan dengan model regresi klasik yang hanya menggunakan data cross-section atau data time-series. 
Pada model regresi klasik, pelanggaran terhadap asumsi klasik, terutama heterokedastisitas dan autokerelasi merupakan masalah serius yang mengakibatkan penduga parameter regresi yang diestimasi dengan OLS tidak lagi bersifat BLUE (best linier unbiased estimator). Ada banyak solusi yang dapat dijalankan bila itu terjadi pada model regresi klasik, diantaranya transformasi variabel dengan berbagai bentuk modifikasi.
Dalam pemodelan regresi dengan data panel, terjadinya pelanggaran asumsi regresi linier klasik pada residual adalah hal yang sangat sulit dihindari. Namun berbeda dengan regresi linear klasik, pelanggaran asumsi klasik dapat diakomodasi melalui pemilihan metode estimasi yang disesuaikan dengan struktur varians-kovarians residualnya. 
Berbagai kemungkinan metode estimasi yang disesuaikan dengan struktur varians-kovarians yang selanjutnya akan dijelaskan selanjutnya. Terimakasih telah membaca. FERDI.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons