Friday, March 2, 2012

[Tutorial SPSS] Estimasi dan Pengujian Signifikansi Koefisien Regresi

Guru saya, Prof. Kadir menyarankan untuk melengkapi tulisan saya dengan praktik menggunakan software seperti SPSS misalnya. Oleh karena itulah posting ini dibuat, semoga dapat bermanfaat buat teman-teman yang mengunjungi blog saya ini. Terima kasih atas kunjungan teman sekalian dan Bang kadir atas sarannya.

Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Bukalah program SPSS anda
2. Pilihan Input data. Input data yang dilakukan dapat berupa file yang sudah ada ataupun kita input sendiri. karena diinput sendiri maka pilih >type in data > ok



3. Input Data. Data yang saya gunakan pada postingan ini bersumber dari Buku Applied Linear Regression oleh Neter, Wasserman dan Kutner pada tahun 1989 halaman 264 nomor 7.12.
4. Klik Analyze>Regression>Linear 


5. Masukkan Variabel waktu ke kolom dependent, sedangkan variabel jumlah_drum dan berat di kolom independents.

6. Klik opsi statistics, dan akan teman2 temukan tampilan seperti dibawah ini, dan kemudian centanglah durbin watson dan Collinearity diagnostic (untuk penjelasannya terdapat pada Pemeriksaan Asumsi). kemudian continue.


7. Klik opsi plots, dan akan teman2 temukan tampilan seperti dibawah ini, dan kemudian centanglah Histogram dan Normal Probability Plots (untuk penjelasannya terdapat pada Pemeriksaan Asumsi). kemudian continue.


 8. Klik opsi Options, Untuk melakukan perubahan terhadap tingkat kesalahan yang digunakan (alpha), default SPSS adalah 0,05. Selain itu jika kita menginginkan model tanpa ada konstanta tinggal di uncheck pada include constant in equation nya. kemudian continue.


 9. Pada pilihan method anda dapat melakukan perubahan pada metode pemilihan model terbaiknya (akan dijelaskan pada Pemilihan Model Terbaik). Defaultnya adalah Metode Enter. Kalau tidak ada perubahan klik ok.
10. Tunggu Loading sebentar...+_+
11. Berikut 2 output penting yang telah kita bahas sebelumnya terkait dengan estimasi dan pengujian koefisien regresi. (misalkan alpha/ tingkat kesalahan jenis I = 0,05)

a. Overall test --> Dari tabel anova dibawah ini dapat dilihat bahwa nilai sig < 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak. Atau dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa dengan tingkat keyakinan 95 persen terdapat minimal satu variabel X yang signifikan mempengaruhi variabel Y nya. Oleh karena itu, untuk mengetahui mana sih variabel X yang signifikan tersebut kita akan melanjutkan kepada partial test nya.


b. Partial test --> nilai signifikansi baik untuk variabel jumlah_drum dan berat drum < 0,05 yang artinya kondisi tolak H0 terpenuhi atau dengan kata lain dengan tingkat keyakinan 95 persen dapat disimpulkan bahwa variabel jumlah drum ataupun variabel Berat signifikan mempengaruhi Waktu yang dibutuhkan untuk pengkapalan.

Model yang terbentuk adalah sebagai berikut :
Artinya :
Setiap penambahan Jumlah drum sebanyak 1 unit maka waktu pengkapalan (pengepakan) menjadi bertambah 3,768 menit.
Setiap penambahan berat container sebesar 100 pounds akan menyebabkan waktu pengkapalan bertambah 5,08 menit.
#Untuk Output yang lain akan diinterpretasi tepat pada bahasan yang sesuai...Terima kasih telah mengunjungi Blog ini...




17 comments :

kadir said...

Terima kasih sudah dianggap guru. Hehehe...jadi malu nih. Btw postingan yang mantaph bro.

Ferdian Fadly said...

Hehe...sipz...thx bang...

Unknown said...

bg,,,sya lagi ngrjakn skripsi skrg tpi sya bingung untk mengoperasikn program SPSS 22 (regresi Logistik)karena sdh berkali2 coba input data tapi gx bsa2 ne,bisa bantu bg??

Ferdian Fadly said...

@asmarhy MJ : silahkan, mudah mudahan bisa saya bantu.... hal yang paling sering terjadi adalah, biaasanya software statistik menggunakan titik sebagai desimalnya....sementara teman teman excel nya menggunakan koma sebagai desimalnya....selain itu juga, di excelnya jangan diberi format apa apa ya..

Unknown said...

Kalau kita mau ganti alfa =10% gmana ya? Entry sama removalnya jadi brapa ya? Thanks

Ferdian Fadly said...

@elleonara : tingga diinterpretasikan saja prob/ signifikansi yang dibawah 0.1

Unknown said...

kalau kita mau mengganti alfa ke 10% bagaimana ya? pertanyaan saya sama dengan Elleonara, tp masih kurang paham, isi entrynya berapa? isi removalnya berapa?

Ferdian Fadly said...

@ bagus : tinggal diinterpretasikan saja yang dibawah kondisi 0.1

Unknown said...

kawan numpang tanya,, klo nilai r square rendah knpa yaa??

Ferdian Fadly said...

@unknown : ya terlalu banyak alasannya untuk itu,,tetapi sederhananya coba dilihat plot hubungannya dulu...atau coba saya lihat datanya

Unknown said...

Berarti untuk tingkat kesalahan 10% tidak perlu di ubah dalam melakukan spss nya? 10% nya hanya untuk menarik kesimpulannya saja?

Ferdian Fadly said...

@elis : ya ga perlu...cukup saat kita baca outputnya saja...

Novia said...

Assalamualaikum kak. Data saya sudah lulus uji asumsi klasik. Tetapi tidak ada variabel independen yg berpengaruh terhadap variabel dependen, dan disarankan oleh pembimbing saya untuk mengubah tingkat alpha menjadi 10%. Saya ingin bertanya bagaimana cara mengubah tingkat alpha? Dan apakah jika ingin mengubah tingkat alpha di uji hipotesis, berarti asumsi klasiknya juga harus diulang kembali pengujiannya?

Ferdian Fadly said...

@novia : boleh saya lihat datanya?

dea said...

kak data saya independen gak berpengaruh ke dependen kak itu gimana ya kak tapi udah lulus uji aumsi klasik. apa dinaikkan taraf nya menjadi taraf 10% ? cara naikin nya gimana y kak?

Ferdian Fadly said...

@dea : ga diapa apain...cuma di cara baca p value nya saja...tadinya yang dibawah 0.05...sekarang 0.1

Unknown said...

Kak mau nanya, jika didapatkan hasil yang tidak signifikan semua, maka apakah ada langkah lanjutan biar data kita bisa signifikan?

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Coupons